Pages

Minggu, 27 Februari 2011

i am talking to you

Sunday, February 27, 2011

Dear god,

I just want to tell you something. Whether I know, you knew already without i say. I just feel completely lost; I don’t know what it is. I mean, from those what happened to me lately, what are those mean? What do you intent to say to me?
You know what, I do really grateful for what have you done to me. I mean you answered All my prays.. You saved my dad for second times, you passed me quickly to finish my research paper, I have great companion, families, loyal boyfriend. What else?? Even though I still have many wishes ahead, human never been satisfied, aren’t they? Yes.. I am.
pleasee, gime a clue?? i really, really lost!!

Minggu, 18 Juli 2010

Me as Mojang Wakil 1 Kabupaten Bandung Barat 2010

About five days ago, I joined one great competition. This event is held once a year, and it is called MOKA “Mojang Jajaka”, Mojang (Female in Sudanese) and Jajaka (Male in Sudanese). Kabupaten Bandung Barat has 15 Sub-district (Kecamatan), and Lembang, my territory is one of them.

My class mate offered me to join this event, coz he knew that I was potential candidate, haha.. (he’s must be kidding). At first, I wouldn’t join this event seriously, my intention was that I could spent my spare time while waiting my proposal seminar (tiring, it’s been 2 months..:(
Well, I decided to go. I packed my stuffs and kindly my boyfriend drove me through the Karantina’s place , then I spent about three days, sleeping, eating, studying with peoples who I didn’t know before, but we shared stories, shared experiences and it was fun… (Thank u my best room mates: Anya, Sarah, Rizky, Dewi and tita), the most unforgettable moment was when we should share one bathroom for six people… haha, never again.

The first and the second night, we were busy with the subjects and the seminars, we got the opportunity to had questions and it was really enlightening, I knew about the potential of KBB’s tourisms, the governance, the Sudanese language and culture, the drugs problems, and also learned how to be discipline, and well-cooperated among others contestant.

In the third night, each contestant should perform they talent or we called (Unjuk Kabisa). As we didn’t prepare anything to perform (I did) haha, like it or not we had to. Furthermore, the show was bad (really), but some of them showed awesome, they were perform Tari topeng, Kecapi Suling, Nembang, Pencak Silat, Degung, but me, I was singing Sudanese song while playing guitar, and it wasn’t my best performance but at least I tried.

Then, here was come the Grand Final Day. The contestant should get dressed and make up in 2 am, and each of us had been sleeping only for one hour, (grossssssssss, and I did still sleepy), we had breakfast at first when everybody had already ready for the dress (I was wearing the bright one, orange…:) we drove by bus, and it took 2 and half an hour to go from Cipatat through Grand Hotel Lembang.




All process had successfully attended, and my turn was at 2nd place, I was answering the questions nervously but over all I did well (the English and the Sudanese one) Jezz, I didn’t care that I had answer the question brilliantly or not, what I wanna
do was down from the stage, and knew it was over.

We had been waiting for so long to know the winner, and suddenly I got the runner-up… horrayyyyyyyy, I got TV and a lotta presents, but the most precious thing is experience…:)



That’s all everyone, I do wish I won’t stop here; I will carve more achievements in “my time”

Rabu, 23 Juni 2010

Warung Talaga, mengusung tema "Kembali ke kampung",

Tahu Bodo, tahu buntel, baso bobolokot, mie godog, Es cingcau, Es cendol, krupuk bondon, , dll. Hmmm… makanan jalanan yang sering kita temui di pinggir jalan atau jajanan pasar tersebut sudah tidak asing lagi buat kita baraya sunda, namun, untuk kali ini saya bilang beda, mengapa? Karena makanan tersebut bisa anda temukan di Mall sekelas PVJ (Paris Van Java) Bandung. Ya, ditengah jajaran café-café mentereng, dengan harga yang cukup fantastis, ternyata terselip warung unik, yang mengusung makanan-makanan kampung, yang tak asing kita temui sejak tempo Doeloe!
Warung unik itu bernama “Talaga” yang mengusung tema Uniqely Tofu. Awalnya, saya dan teman-teman saat itu memang sedang asik window shopping dan hunting cari makan siang. Mata kita serempak tertuju pada warung itu, bagaimana tidak, restaurant yang tampak sepeti warung itu tampak unique diantara deretan etalase yang luxurious! Lalu kami pun tanpa pikir panjang, sepakat untuk mencoba makanan apa saja yang ada disana.
Berikut liputan yang saya himpun, khusus untuk anda:
1. Tahu Bodo



Hmmm rasanya, tahu pake bumbu sambel goang (racikan cengek, bawang putih sama cikur), disajiinya pake coet nta langsung, trus nggak di ulek sampe halus. Harganya 12ribu-an.

2. Baso Bobolokot (dengan icon cabe disampingya yang berarti makanan ini pedas)



Hal yang pertama kali terbesit adalah, baso kuah dengan sambal cabe yang banyak. Ternyata, baso ini disajikan, kering tanpa kuah. Liat saja tampilanya, baso yang Cuma dilumuri sambal kecap, yang kental dengan rasa bawang putih, dan lagi-lagi cingur. Liatttttt… ada tambahan tahu nya disetiap menu, dan harganya Cuma 10ribu-an.

3. Mie Godog (dengan gambar koki disampingya yang berarti rekomendasi dari sang koki)


Godog dalam bahasa sunda artinya di rebus, rasanyaa… mienya terasa kenyal dan lengket, dengan campuran telur rebus (keliatanya), bawang daun sama sayur pakcoy. Rasanya lebih mirip mie ayam polos, di rebus pake telor. Cukup ngeluarin duit berapa yaa.. saya lupa, pokonya kurang dari 20ribu kalo ngga salah.

4. Es Cendol



Mungkin minuman yang khas dengan racikan gula merah ini sudah tidak asing lagi ditelinga, ditawarkan dengan harga 5000 saja, sudah cukup mengobati dahaga dan menemani camilan pilihan anda 

Usut boleh usut, warung ini pertama kali dibuka di Ciwalk, artis-artis juga sudah pernah ada yang datang. Semua makananya disajikan diatas piring-piring jadul (yang kalo dipikir-pikir, dari mana mereka masih punya inventaris properti kayak gitu), minumanya juga dituang dalam kendi dan gelas-gelas seng (yang paling dipake sama abah-abah jaman dulu). Settingnya dibuat layaknya kita lagi makan diwarung tegal, interiornya dibuat sengaja “kampungan”, lampu-lampu, meja, dan property pendukung lainya. Kalo anda sempat mampir, tak ada salahnya untuk dicoba.

Ini adalah kali kedua saya menemukan konsep jajanan/restaurant yang mengusung tema “Kembali Ke Kampung”, lantas hal ini membuat saya berfikir, tanpa disadari konsep yang dulu dinilai “Kampungan” kini mulai dijamah orang-orang kota, bayangkan saja, orang-orang tingkat atas kini sudah tidak malu untuk makan dengan alas bancakan, atau piring-piring seng jadul dengan motif bunga-bunga itu, ditambah menu makanan yang biasa disantap oleh masyarakat menengah kebawah, hmmm…. Apakah ini menjadi salah satu kesadaran kaum Kapitalis dalam menciptakan peluang pasarnya? Entahlah.

Selasa, 15 Juni 2010

GREY’S ANATOMY- another addictive American best TV series…


If you are a fan of a TV series, I suggest you to watch this entertaining and charming TV series. It deals with five internship surgeons in SGH (Seattle Grace Hospital) undertaken Dr. Miranda, they are Grey Meredith (Ellen Pompeo), Alex Carev (Justin Chambers), George O’malley (T.R Knight), Izzie stevens (Catharine Heigl) and Christina Yang (Sandra Oh).

Beside it tells story how do the surgeons working their job daily, this series provides you shocking and witty stories inside since it is colored by romantic and complications love stories among Meredith and Derek Shephered (Patrick Dempsey), and other Meredith’s guys. Or other interesting side, you totally freak out because you couldn’t guess what will happen next in other series. Seriously..!
I have been watching until season three and since it is not ordinary, we could learn a lot from each character, each patient they handle in, each situation they involved in, is covering enlighten thing beyond. Moreover, they’ve been teaching me pretty much a lot of American culture, especially. How they hold a relationship, there is totally difference between them and us- Indonesian. Or might be I cannot say it’s difference, I believe “it” happens also in indo, you know like free sex, affair, and other cheating after our partner.

Honestly, me my self enjoy it when I do nothing and kinda enjoy hours to watch this series. Dangerously, I always like the quote in each episode which made me curious to see next episode and never gonna miss it, a real toxic! Four stars probably not overrated for this series. Enjoy!

Sabtu, 05 Juni 2010

Peruntungan dibalik Nama dan kelahiran GW Menurut Filosofi China


Iseng boleh iseng, saking gak ada kerjaan, gw iseng mampir ke situs ramalan zodiac china. Usut boleh usut, konon katanya orang-orang cina memang mempercayai dan meyakini bahwa elemen-elemen yang terkandung dalam seseorang itu bersinergi dengan elemen yang ada di bumi, benar atau tidak nya tidak ada salahnya di coba, berikut hasilnya:
1. Nama lengkap Gw, Sinta D Wulandari
Menurut ramalan shio china
Hurup yang diawali huruf S katanya cenderung memikirkan kesenangan sebelum bisnis (gak tau juga maksudnya apa nih), orang nya teguh pendirian dan berkomitment (jelas, gw banget ahaha..), tipe orang yang mudah cemburu dan cenderung posesif (hmmm mungkin.), cenderung egois dan ingin menjadi pusat perhatian orang lain (yup, im tottaly an egoist) , sensitive dan menjaga privasi (sangat gw bgt), senang memikirkan hal yang romantic dan diiringi lantunan music yang yang ringan (yeaa.. sometimes)
2. Gw lahir Hari Minggu, Tanggal 6 Maret 19XX, berzodiak PISCES, dan ber-SHIO NAGA
Menurut ramalan shio china
6 Maret Berpikiran cerdas dan rajin belajar tetapi suka menyendiri atau menjauhkan diri dari pergaulan sebab ia bersifat banyak segan (Bener banget), bisa berhasil dalam lapangan pekerjaan yang memerlukan penelitian sedalam-dalamnya (wuaaww.. perkerjaan apakah itu, hmmm kalo semacam detective atau FBI boleh juga.. :D )
Hari Minggu
Mudah bergaul (yes I am, tapi gw cenderung pemalu kalo awal-awal, selebihnya malu-maluin xixixi), favorit semua orang (oh yaa…??), suka merendahkan diri (yeup, kadang berlebihan jadi pesimis kelihatanya) pandai berbicara (sedang dalam proses belajar berbicara..:D) berjiwa besar dan dapat mengatasi masalah yang dihadapiya dengan baik (yes, correct)
Tahun 19XX (SHIO NAGA)
Menurut ramalan china, shio naga adalah salah satu shio yang paling beruntung dalam zodiac atau astrologi china. Konon, kharakteristik orang yang bershio naga orangnya suka member, cerdas dan keras kepala. Orang yang beshio naga, memiliki kharisma yang menarik sehingga sering beruntung dalam masalah percintaan (heu… tapi pernah gagal juga kok ^^). Teman-teman naga selalu senang mendengarkan nasihat atau pendapat dari sang naga.
Menurut legenda Naga, adalah sifat alami mereka dilahirkan untuk memimpin jalan. Karena mereka beruntung, biasanya Naga memiliki kesempatan yang baik dalam meraih materi yang dapat mensejahterahkan sepanjang kehidupan mereka, meskipun bukan berarti hanya uang yang menjadi motivasi dari Shio ini. Kekuasaan adalah apa yang diinginkan Naga. Shio Naga biasanya dikenal cukup oportunis, selamanya mencari jalan untuk mendapatkan kekuasaan. Sesuai dengan sifatnya, Naga memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menerima kondisi jika mereka berada dalam posisi yang dikalahkan.
Pelajaran berharga untuk shio ini adalah kemampuan untuk menerima fleksibilitas, dan toleransi. Menjadi tinggi dan berkuasa dapat menginspirasikan orang lain, namun juga menjadikan Naga hidup berjuang penuh. Jika Naga dapat belajar untuk menyeimbangkan hidup mereka dengan memberikan penghargaan untuk setiap hal kecil, hidup mereka akan menjadi lebih berarti.Pasangan yang paling cocok untuk Naga adalah Monyet atau Tikus (dan cowo gw ber shio ANJING, nah loh??!!)

Peruntungan dalam bisnis dan karier menurut ramalan china
Pisces: Pisceans adalah pengikut yang baik (sangat, tapi gw sebenernya ngga suka ngekor, dan lebih senang melawan arus). Mereka mengerjakan tugas dengan sempurna sesuai dengan panduan. Mereka dapat mengerjakan perintah dengan baik.
Beberapa karir yang cocok untuk Pisces :
- Aktor (oke)
- Pekerja social (oke juga)
- Desainer (oke banget, gw unya mimpi untuk jadi designer sepatu, dan punya butik sendiri.. amien..)
- Fotografer (oke bangettttttt, lagi belajar. Dan bermimpi bisa bangun usaha ini bareng suami gw kelak =)
- Pembuat Puisi (gak suka, ih.. kok bisa sih! Benci tau sama yang namanya puisi)
- Agen rahasia (hmm.. detective misalnya? Hahah.. boleh2)
- Spiritualis (wew..)
- Window dresser (penghias jendela? Maksudnya???!!!)

That’s all folks! Hahah.. anyway, ini Cuma ramalan kok, boleh percaya atau tidak. Tapi saya pribadi percaya bahwa memang elemen yang dimiliki seseorang itu bersinergi dengan elemen yang ada di bumi, jadi sebaiknya diyakini hanya sebagai peringatan agar kita dapat menyadari potensi dan peluang yang akan terjadi dalam hidup kita dan berhati-hati dalam mengambil langkah dalam hidup.
Kalo lo mo coba, coba aja masuk ke link ini
http://www.gemintang.com/ramalan-nasib-jodoh-masa-depan/shio-cina/

Minggu, 30 Mei 2010

These unforgettable things haven't just ended yet! I do wish!!

Menjadi mahasiswa semester delapan kayak gw, yang tidak lagi memiliki rutinitas perkuliahan yang padat, selain nungguin jadwal seminar proposal dan proses penyusunan skripsi biking gw tiba-tiba rindu suasana kuliah, temen-temen, dosen-dosen killer, berikut segudang tugas yang dibawa setiap harinya, yang bikin gw harus selalu bikin TO DO LIST setiap malamnya.
Malam ini gw iseng buka-buka folder foto masa-masa masih jadi “mahasiswa aktif”, banyak banget kenangan sama Ghea, Ziah, Ajeng, Anna, Risca, Metha--- gank sayurr… “AKU KANGEN KALIAN”! khususnya anak-anak kelas ENGLISH LITERATURE A 2006!! Maygot! There were too much unforgettable moment with u guys… =((
Berikut foto yang merekam kegiatan-kegiatan manis itu:
1. Kegiatan gw bareng gank sayur (yang sebelumnya orang-orang menyebutnya 7 angles) , kalo lagi nunggu dosen.
Masih lengkap! Dan gw masih cupu.. (sampe sekarang juga masih cupu aja kok^^)

2. Kegiatan waktu gw dan anak-anak kelas ikut pecahin rekor tari saman


3. Drama performance bareng Mrs. Kiem, I was one of the actress, and it was fantastically awesome!!

4. Dan pastinya kegiatan buka bareng yang gak pernah terlewatkan, ini foto the latest buka bareng
We can’t have moment like this any more (*maybe)



5. Foto saat-saat kita bareng terakhir kalinya, habis acara table manner--- trus kita foto ke JONAS pulangnya!


Ahhhh sebebernya masih banyak fotonya, tapi ngantuk euy! Lain kali gw tambah ya ceritanya..untuk hari ini kayaknya cukup dulu deh, coz besok gw berencana benerin printer, sama beresin laporan biar bisa cepet di submit ke jurusan!
That’s all folks!

Selasa, 25 Mei 2010

It's Just a matter how I deal with my failures...



In life, there is a time where un-expectable thing can happen, it is failure. Since all failures that been happened to me lately, I learn to be tough, learn that everything I want, includes my plans, do not always come as smoothly as it seems.
When I felt down, I got up back soon whenever there was a time I used to cry a lot (what a weak girl), and think how moron I was. Yes, I was. Could you imagine how you felt when you tried hard to reach something, yet you still can’t reach it up. Failed for many times, it was like falling down from the top of highest building, and broke your bones into pieces, and you could hardly raise your body again.
About last four days, I met a friend whom my own class mate, I was asking for his help to solved my problem, and he was quite giving enlighten though, and once I told my failure, he gives me a hint that won’t ever I forget, he said “brave is not enough, you must have ability beside, once you had braveness supported by ability, surely you can pass it”, I was paused, then I thought hey… you damn right dude :D!! It is the answer from all of these failures.

I went back home and absolutely brought bounce of spirits, I calmed down myself first in order to bring back my confident, and then I start to study much more hard! The last thing he said that also I won’t ever forget is “It’s just nothing and just like sh*t” :D, one day, if I had gotten it, I hope, I would think as same as you, thanks for enlighten me.. :)

*This writing was written when I hadn’t succeed the goal, but now I did it successfully.. proudly saying: I reached the score of the TOEFL everyone…!!!--- next level please, that it would be proposing the research proposal+seminar+working on my research+graduate this year... amien.. :D

Sabtu, 01 Mei 2010

Aktivitas berbeda di akhir pekan...



Suatu akhir pekan, saya dan teman saya berkesempatan mengunjungi wisata kota tua untuk kedua kalinya. Beruntungnya, saya mengunjungi salah satu museum tua di kota wisata itu, ya.. Museum Wayang nama tempatnya. Sekilas, tak ada yang menarik buat saya untuk mengunjugi museum—kesanya tua, seram, dan barang-barang etalase yang berdebu. Namun ternyata tidak seperti yang saya duga, museum ini termasuk salah satu museum terbagus yang pernah saya kunjungi, bersih dan modern- seperti museum-museum seni yang berada di dunia bagian eropa (kesanya kayak gw pernah ke eropa aja ya..?hihi..)
Di museum wayang ini, banyak terdapat koleksi-koleksi wayang dari berbagai daerah diseluruh nusantara, khususnya daerah jawa. Kalau anda familiar dengan wayang golek dan wayang kulit, nah boneka-boneka seperti itulah yang terdapat di museum ini, nama-nama seperti petruk, gareng, semar, cepot, sampai dewa rama dan juga dewi shinta replikanya tersimpan rapih di museum ini.
Untuk bisa mengunjungi tempat ini kamu Cuma bayar 2000 rupiah ajaa, atau 1000 rupiah untuk pelajar… murah bukan? Sayang seribu sayang, banyak pengunjung di museum itu hanya untuk berfoto-foto bukan mengunjungi museum karena tertarik dengan berbagai koleksi wayangnya. Ironis sekali, saat saya melihat dua turis asing yang dengan serius mengamati koleksi wayang, bahkan mereka terlihat lebih tertarik disbanding kaum pribuminya sendiri.
Setelah menyusuri berbagai koleksi wayang, disana juga terdapat koleksi alat musik traditional yang biasanya digunakan untuk mengiringi pemenatasan wayang. Tak kalah dengan koleksi dalam negeri, sumbangan boneka khas dari Negara seperti perancis dan Nederland juga turut menyumbangkan eksistensinya di museum ini.
Sebelum saya benar-benar keluar dari gedung itu, langkah saya sempat terhenti oleh etalase kecil tempat cendramata khas museum wayang menjual survernir lucu dan unik. Saya pun berhasil memboyong satu gantungan hanphone unik berbentuk Dewi sinta- cukup merogoh kocek 10000 saja, nahh… alhasil hati senang mendapat pengalaman dan wawasan baru, ditambah mendapat survenir wayang dengan representasi dari nama saya. Puas dan senang bukan kepalang!!
Djakarta, 10 April 2010
Sinta dee

Sabtu, 24 April 2010

Tentang Menjadi Orang Dewasa


Dulu waktu gw masih SD, sering kali iri banget liat orang-orang dewasa yang berpenampilan layaknya orang dewasa, pake baju kantoran, pake high-heels, bicaranya tegas dan berprinsip. (bahkan kadang dulu gw sering pake bajunya nyokap dan high-heels nya dan main kantor-kantoran sama sodara-sodara yang seusia gw pada waktu itu, meskipun bajunya Nampak kedodoran gitu… xixixi). Pada waktu itu anak kecil ngga boleh nimbrung obrolan orang-orang dewasa, alasan klise nya *heehh… budak leutik mah kaditu ulah pipilueun…
Sakit hati rasanya jadi anak kecil yang gak pernah dianggap kalo ngomong, dan sampai berfikir “Aduh… pengen cepet-cepet jadi orang dewasa deh..”, tapi ternyata menjadi orang dewasa tidak lah seindah yang gw lihat pada waktu itu, jadi orang dewasa itu tanggung jawabnya besar, dan hidupnya complicated… (huaaaaaaa…. Tau gini saya mau jadi bocah ingusan aja terus, yang selalu happy dalam keadaan susah maupun senang..-_-)
Menjadi dewasa tidak bisa diukur dengan usia, apalagi jaman sekarang, kok kayaknya banyak anak kecil yang udah dewasa sebelum waktunya ya, baik itu sikap, omongan, pola fikir, mainan, dan selera musik yang setara dengan orang dewasa.. (hmmm… ckckck), atau sebealiknya bahkan ada orang dewasa yang pola fikirnya masih kayak anak kecil.. (capee… deh). Well, apapun dibalik semua itu, gw Cuma yakin tumbuh kembangnya seseorang itu dipengaruhi oleh faktor yang berbeda-beda tentunya yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang, dan salah satu faktor terbesarnya adalah lingkungan dimana dia banyak menghabisakan waktunya.
Anyway, tapi dalam tulisan ini yang ingin gw bagi adalah pemahaman gw tentang menjadi dewasa. Dan menjadi dewasa itu:
- Tidak lagi merengek minta uang jajan kalo gak dikasih mama
- Nggak boleh nangis kalo dimarahin dosen
- Punya Visi dan Misi dalam hidup
- Bisa Menjaga kepercayaan orang tua dimanapun kita berada
- Memegang komitmen terhadap diri maupun orang lain
- Gak lagi terlihat cengengesan ketika dikoreksi kalo kerjaan kita salah
- Bicara berdasarkan fakta dan logika
- Berfikir gimana caranya bisa beli barang yang kita pengen, tanpa harus minta sama orang tua
- Tidak lagi egois dengan pendapat sendiri
- Mau berbagi dengan banyak orang
That’s all. Meskipun baru sebagian kecil sih, tapi intinya menjadi dewasa adalah tentang bagaimana kita menyikapi hidup, memaknainya, agar setiap tahapan dalam hidup yang dijalani menjadi proses pembelajaran kita yang tiada akhir. 

Minggu, 14 Maret 2010

This is my first awesome experience...




thanks to WE magazines redactor, especially Mrs. Anggita for making a great catch on my photo.. ^^

I’m about to face challenges in life—do I dare?

By
Sinta Dien Wulandari

Wake up very early in the morning, go to work until late afternoon, try to be a “nice” translator, and then go home in the evening. That was my newest daily activities lately. Well, don’t you think that I’m a “real” translator, no I’m not!! I’m in training. it’s not ordinary you know, due to I’m a colleague who still struggle for my studies and research paper’s preparation. Being a translator is not interesting as I thought. Hard, since I have to translate a technical manual which I don’t familiar with, totally out of topic of my studies—English Literature. As an “unprofessional” translator who hasn’t certificated, I’m trying to do as best as I can, practically finishing it with translation’s theory I’ve got so far. Further, it was my newest challenge recently.



At the first time I stepped my foot in this company, everything was sooooooo strange for me!! The building, the stuffs, the people, the work (which is at that time I didn’t know anything about it—get use to some technical terms). I started to translate a manual, worked for hours in front of computer, in front of my boss-- due to the department is preparing for switch to other building’s office, furthermore each employee in that department is working in the same room with the manager—ahh pathetic, it is so intimidating!! Moreover, I work in the middle of people who I didn’t know well, it was goddamn boring, and I felt time went so slow. I’m not a kind of person who easily gets involved; I need time to make my self comfortable slowly. With this new challenge, I forced my self to be easily adapted with those things.


Today is my 9th days in this big city; I’ve learned pretty much a lot of Jakarta’s habitual, they works fast and professionally, they appreciate time, the way they walks are eager—we cannot walk slow or I bet you will left behind and the bus . But, among those sophisticated people, you must mind with them because “bad” people are around, the criminal could happen sometimes. Once I heard that “Do not ask stranger in this city!” even for the nice one, because they are un-trustable. In the other side, my colleges are nice people actually, they spread positive thought for me, really support me in work; they teach me how to be easy going in workplace and the people also.
Well, it was the folks.

Selasa, 26 Januari 2010

Curhat mahasiswa semester akhir: Life begins unfair...

Siang ini saya tiba-tiba kepengen nulis, ketika dari tadi saya cape ngutak-ngatik catatan kuliah yang salama ini saya dapat, dan berharap dapet ilham buat nulis proposal skripsi, ditengah lamaran surat magang saya yang belum juga di gubris oleh beberapa instansi, dan lebih parahnya saya mengetahui banyak nilai mata kuliah di semester 7 ini yang menurutku “tidak adil” diberikan kepada sayah… (what a pathetic student)
Baru terfikir saat ini, kenapa dulu saya mau masuk jurusan bahasa inggris, alasan pertama memang saya suka (baca: suka nonton film berbahasa inggris, sukan dengerin lagu berbahasa inggris, seneng nulis2 dalam bahasa inggris walupun waktu itu grammarnya ngaco abis, termasuk punya impian buat ketemu sang idola Michael Owen), alasan kedua karena ini second choice guys, pilihan pertama saya adalah Akuntasi (sangat tertarik menjadi ahli di bidang ekonomi) walaupun sebenernya sih im not good on math, well, tapi satu titik balik yang menjadi perenungan saya adalah Allah sudah memberikan jalanya disini (baca: sastra inggris), dengan segala jalan, hambatan dan solusinya (amien), Dia selalu tau dimana seharusnya kita berada. Selam 3,5 tahun ini saya akui saya sekarang punya 4 skills dalam inggris yang memang it’s a must, they are included reading, listening, speaking and writing. Namun ternyata, menjadi mahasiswa “sastra” adalah pilihan yang agak sulit, disamping basic art and history gw ngga begitu kuat. Al hasil, selama ini saya memperkaya dunia sastra basically bukan kecintaan yang saya tumbuhkan sendiri, tapi “mereka” (the lecturers), sulit, karena kita mencari issue yang tidak tertulis secara exsplisit di dalam text, bahasa lainya, kita melihat seseuatu yang tidak bisa diliat.. (freak…), jadi buat menganalisis sebuah teks sastra kita harus punya thoritical framework yang kuat, jadi argument kita ngga dianggap subjective.
Well,well,well… banyak mata kuliah yang terus terang hampir bikin mata saya copot (karena harus baca jurnal literature yang bahasanya ribet plus ditulis dengan font yang kecil2), hampir bikin otak saya keluar berhamburan (karena harus memahami berbagai theoretical framework, yang “astagfirullah” itu), tapi, dengan segala keterbatasan yang saya punya, tentu usaha maksimal saya, akhirnya saya bisa lulus juga dari mata kuliah yang ada judul “critical” dan “criticism”, entahlah walaupun hasilnya jauh dari memuaskan tapi saya Cuma bersyukur bisa melewatinya—termasuk selama itu sleep disorder,eat disorder, relathionship disorder gak kalah ikutan pengen nemenin.
Opps, kayanya belom menyinggung judul nih, jadi kebanyakan introduction, xixix. Pengakuan seorang mahasiswa biasa, mahasiswa yang belum pernah menduduki rangking pertama dengan IPK yang berada di jalur aman, tidak atletis, tidak juga artistic, tidak pandai bermain music, tidak punya bakat yang bisa dibanggakan, tidak mendapat piala karena banyak baca buku, dan selama 21 tahun menjadi seorang yang biasa-biasa aja , dan terbiasa menjadi orang yang rata-rata. Dan baru sadar udah lama banget melupakan aspirasi untuk setidaknya “berkilau” dalam bidang apapun (hahah… kesanya low self-esteem bgt ya). I just do as the best as I could, tidak pernah benar-benar cocok dalam “dunia” ku. Saya shock, mendapati nilai-nilai semester ini yang saya rasa tidak “adil”—orang yang mengerkajan tugas dengan sungguh-sungguh (baca: rela begadang setiap malam, melewatkan kencan beberapa minggu, dan segala pengorbanan lain) harus mendapat nilai lebih kecil dari orang yang tidak seriously mengerjakan tugas (baca: ngerjain tugas pas 3 jam lagi mo dikumpuli, asal-asalan, tapi dia deket sama “sang dosen” karena sering “berurusan”) they easily got A or B!! see, where is the justice????—ternyata bukan di dunia hukum kita aja yang udah ngga ada keadilan, even for this small cases juga kalo disadari, udah ngga ada yang namanya adil. Terlepas dari bagaimana cara penilaian para “dosen yang terhormat” itu mengukur kemampuan mahasiswanya—but I do believe there is something wrong.
What to do girls, semua nilai yang tertuang dalam “academic line” itu semua fake!! Ga peduli deh, walupun nilai A, tapi keropos alias we got nothing, now I totally don’t care!!! Semua itu kembali sama individu masing-masing, yang terpenting adalah apa yang sudah kita dapat selama belajar dalam mata kuliah itu, dan bisa diaplikasikan di dunia real!!
Anyway, thanks for reading this ‘stupid text’, and I would be glad if u wanna share with me with put forward yours in comment box… :D

Minggu, 24 Januari 2010

The truth is Ugly, isn't it?


Gee, I just bought some new DVD’s lately, then enjoyed one of them which totally it’s hardly forgotten and it was “The Ugly Truth” staring by Gerard butler and Katherine heigl, and it was just amazing, funny and fantastically romantic. I just lill bit surprised knowing what is actually man’s thinking about woman and vice versa which is socially true.
First of all, Mike (Gerard butler) said that ‘man are visual’, they attracted of women by their appearance! See, that’s what we can’t be denied—millions of girls keep fuck*n (sorry from this inconvenient word, just lill bit influence by the movies I saw lately =D) trying make man’s eyes out by change their look [from ugly-pretending to be beautiful, from simple become not simple, and so forth] by seeing this it’s all fake everyone, because the truth is ugly! No body could love at the first sight by its personality, no one! One thing, He said, man are interested to see women ass and their tits.. (Goddamn it, are you really doing this guys..???)
Second of all, he said “never talk about your problem, because men don’t really listen or care”, that’s terrifying knowing this truth, o my god!! Well, some are care, but they must be pretend to care!! See, So what we have been guy, is that true? At time I just screwed up my mind, and what mostly they indeed want from relationship if they actually don’t care about our problems??—was it emotionally connected or just physically intention, or what..? In fact, Men are totally not simple, they just freak*n complicated. Surprisingly, when he asked you “how you’re doing”, it means (its guy code for: “Let me stick my dick in your ass) hahaha… lol, you are completely nuts guys…!! I mean, probably it depends on the culture, no worries; I do still believed that they are some who asked it sincerely.
Another case, I just realized that when we love someone, sometimes we pretend to like something which we don’t like, like not being the way we are, example, when we used to had first dating, we used to be dressed as perfect as we could, act perfectly and so forth —but that’s how it’s going, it indeed happen to us! Looking and see how’s everything going, I can assume that’s there is no ‘ideal’ relationship, since it always deals with two different heads with two different wanted. Pathetically, I don’t have healthy relationship since we usually spent our Saturday night separately, well; I mean I don’t make this thing as a big deal, no, but sometimes a question such “Malem mingguan kemana?”, that honestly disturbing questions. Well, okay, this don’t have something deals with the issue which previously I wrote, it just kind of ‘curhat keci” or I must say “keluh-kesah” which I don’t where I have to put it down, but I thank god so far my bf is someone who can love me the way I am (I wish..), knowing my bad fart, how do I look like when I just get up and all, hopefully, he receives my ugliness—not just love me physically but also my personality 

Senin, 07 Desember 2009

That's what friends are for...

Suatu hari dalam perjalanan pulang menuju rumah, tiba-tiba saja terbesit dalam fikiran saya, ingin menulis sebuah tulisan tentang 2 teman dekat saya, yang sebentar lagi akan saya ceritakan dalam tulisan ini. Perkawanan kami tidak lah disengaja, mereka adalah teman satu perjuangan saya selama ini dalam menempuh perkuliahan di sastra inggris, saat ini kami adalah mahasiswa tingkat akhir (bisa disebut gitu kali yaa) karena tidak terasa perkuliahan hanya tinggal 3 minggu saja, setelah itu kami akan sibuk dengan kegiatan magang dan skripsi. --- oke, kembali sama 2 teman unik saya, secara kebetulan kami selalu pergi menjalani aktifitas kampus bersama, mulai dari ngerjain tugas, nongkrong dan berfoto geje di parterre, makan siang di kopma, atau menunggu perkuliahan selanjutnya di kosan ledeng. Saya tidak pernah bermaksud untuk ber”gank” pada dasarnya saya senang berkawan dengan siapa saja, tapi tentunya tidak bisa dipungkiri juga jika semua orang pasti punya teman terdekat yang tentunya memiliki minat dan ketertarika yang sama. Saya dan 2 teman saya (jadi bertiga yaa…), kami adalah mahasiwa sastra (dalam sastra inggris ada 2 konsentrasi yang haru kita pilih: linguistic atau literature), sehingga hampir setiap harinya kita bertemu dalam mata perkulihan yang sama. Well, that was short story everyone, mungkin kalo semua diceritakan in detai disini tidak akan cukup makan satu page.





Ini dia mereka:
Ghea Lizanova: cewek cantik, tinggi sekitar 155cm, dan berat badan….. (hmmm… isi sendiri aja y sist… haha). Cewek kelahiran Kuningan, 29 Desember 1989 ini adalah cewek yang sangat berbakat (meskipun pernah ada yang bilang kalo doi cewek berskill standar,,,*ooopppsss whatever, just forget this one!!) yes she is, doi yang bercita-cita menjadi musisi ini memang jago banget main alat musik, main gitar, keyboard, drum, hmmm nyanyi juga bisa… mungkin kalo dia bikin band sendiri pun dia sendiri yang menjadi semua personilnya (haaha…. Ngga mungkin juga kali ya) ---- bahkan terkadang saya merasa “minder”, gara-gara sampe saat ini saya belum berhasil menguasai alat musik satu pun, selai alat tiup recorder yang diwajibkan mampu memainkan nya waktu ujian EBTA praktek dulu *lol (gitar bisaa lah dikit2.. hehe), yup itu baru satu skill yang doi punya, selanjutnya doi juga pinter menulis, suatu ketika saya agak terkejut teman saya ini menunjukan Draft novel yang berjudul “Cinta dodol” yang mau dikirim ke gagas media (saya sempet baca dulu, and give comment pastinya), hey… ternyata she’s good on it! Juga dia pintar menulis cerita (kamu batu sist…! I mean you Rock!^^) keahlian yang seharusnya dimiliki oleh semua anak sastra, --- however, draft novelnya itu belum ato ngga di gubris sama sang punbliser, okay dude, it was nice try… keep on trying!, selain nulis cerita, cewek yang sedang menjalani hubungan LDR dengan pacarnya ini juga bisa menulis lagu, dalam hal gaya juga ngga ketinggalan, modis, dan nyentrik itulah gaya nya, semua potongan rambut pernah dia coba (kecuali botak yaa), ahhh….. satu lagi keahlianya, dia bisa mengoprasikan dengan baik adobe photoshop dan adobe audio… (see, masih ada yang mau bilang dia cewek beskill standar…) huh… kalo jadi cowo mungkin aku juga udah cinta ama ni cewek (well, fortunately I’m a woman too… *lol^^).
Fauziah omar Abdat: dari namanya aja, pasti kita bisa menebak kalo cewek ini keturunan arab or something gitu…?? (hahaha…). Yes, indeed. Cewek cantik dan tinggi ini, (hahaha… harus bilang gitu yaa) tinggi karena doi punya tinggi standarnya cewek bule, hmmm sekitar 170han gitu dehh… dengan berat badan yang cukup proporsional. Cewek yang lahir di kota hujan, kota taleus dan kota asinan ini (lengkap bangett dah….) juga punya keahlian yang sama dengan teman kostannya (we may say the girl next door… *lol) yaitu bernyanyi, ngga jarang menemukan headset di telinganya sepanjang jalan dan menyanyikan lagu grup band favoritnya paramour, belum lagi kalo udah nyanyi-nyayi juga di kamar mandi (untung aja suara lo bagus jong…), selain pinter nyanyi doi jago banget menirukan dialect singlish dan melayu (secara yaa…. *ngomong gaya anak gaul) yang kadang bikin kita ketawa-ketawa ngedengernya. Oh iya, doi juga hebat banget dalam edit-mengedit foto (maksudnya mengedit foto artis dengan diganti wajah kita.. lol) hahah… pokonya dijamin jadi cantik “edan”. Cewek yang lahir tanggal 15 Oktober 1987 ini juga punya lebiasaan aneh, suka mendadak kena sindrom-sindrom yang suka dibuat sendiri (contohnya, waktu itu doi lagi tertarik sama phenomena KCB dan dalam seminggu doi, jangan heran kalo dia bakalan membahas tentang KCB terus, baik cerita, pemain dsb. Ngga ketinggalan dia jadiin tabloin Bintang sebagai referensi juga…. Wkwkwkwkw), oke, doi juga jago dalam make-up (bekal yang dia dapet sewaktu begabung dalam sekolah model).


Itulah sekelumit kisah kasih teman-teman baiku (halah…. ) pokonya mereka adalah orang terdekat yang selama di kampus telah menjadi teman terbaik sampai saat ini, walaupun kadang gak pernah nyambung dalam hal music (Jazz lover-- me Vs. Metal-- GeaZiah) hahaha…. But anyway, everybody is unique kok, semua punya kesukaan yang berdeza-beza (dialect siti nurhaliza). Disamping itu, mereka juga telah memberikan pengalaman berharga dalam hidup (bermain band dalam lomba ESCW, yang tidak pernah terpikir sama sekali in my life), semua kelebihan yang mereka punya yang pastinya menjadi motivasi tersendiri bagi saya, yang masih harus belajar banyak. Thank god for giving them around, wish we would be a good friend together ever after…

Jumat, 04 Desember 2009

Just love the style...

stuffs that i (wonder) buy right now...




Kamis, 03 Desember 2009

A christmas carol movie, 'a precious taught about being an human creature'


Hi people, I’d like to share some movies I recently watched. Last weekend an old friend of mine asked me to watched new moon, the trailer of twilight series, but unfortunately we didn’t get the ticket, since everyone booked sooner than I did. Okay, then we decided to watch “a Christmas Carol” animation movie, and hey it was good… since now I started to “read” the movie than “watch” the movie, (it is always demanded since you’ve been in Critical analysis of Drama subject… lol)
Jim Carey was the dabber, and this movie is actually adaption from one of Charles Dickens tale stories, I was so exited when I knew it, since dickens become one of my favorite writer, he was one of the most famous writer in 19th centuries, when industrial revolution become the central issue at that time (I should already know this is one of his work… hahah) well okay, but I do now.
All rites, here a short review of the movie. The tale begins on Christmas Eve seven years, a pathetic old man named George Templeton Strong or Mr. Gorge is a wealthy man among the town always trough Christmas eve alone all his life, no friends, family besides… well in fact he had but he tends to be alone, the character is successfully portrayed since desire of poverty driven him so bad, he lives in a ghostly and gloomy house, scary and balmy city, and those make him live in so mysterious way. He acted like a ghost, everybody in his town scared of him. Once, the ghosts came and made him in a long past journey, remembered him of his pathetic childhood, and thus a mysterious black shadow of man showing him how the way he would die, the date was on Christmas time, and people in town talked about his life and worst there no even attended his burial.
When I heard about tale stories, it used to be a happy and funny story but this kind of different one, Dickens probably wanted to show his critics about in effect for people to recognize the plight of those whom the industrial revolution has displaced and driven into poverty, and the obligation of society to provide for them humanely. Well, okay it was just probably issue which exist but I rather to the end of the movie, it was satisfying me when finally Mr. gorge become the nice person since back from his “nightmare”, and he spend most of the time to make people happy and share good things with others.
There just always moral lesson from a tale stories, it is. This movie is kind of motivate me to become a better person in the future since death is a part of life, I just wonder where when we die, people will remember our ‘name’ as something precious and people could remember the good thing on it. And one thing, family is never been unforgettable thing in life since we just only could being safe and happy to have share precious moment like Christmas (since I’m a moeslim, there could be another context). Thank god, I born in a humble and complete family, and they always be there for me, and since God always have purpose to let me born in this world, I will attempt to make my life as useful as YOU wish.. amien.

Jumat, 27 November 2009

Just get stuck and u may says: Im drunk of Feminist Ideology


Baru-baru ini saya meminjam sebuah dvd kepada teman saya, film ‘The Proposal’ yang dibintangi Sandra bullock, miris yaa… hari gini baru nonton setelah dirilis beberapa bulan yang lalu (sambil mesem2, dan mikir betapa jauh ketinggalan nya diriku tentang wawasan film2 baru), tapi sudah lah, toh tak ada kata terlambat, di dalam tulisan ini juga saya ngga akan menceritakan whole story about this movie. Well, setelah menonton film ini, jujur saya sangat suka peran Margaret yang sukses diperankan sama si cewek yang juga memproduseri film drama comedy miss congeniality. Very impressive, mungkin tak ada yang aneh dari semua peran yang dia mainkan disemua film yang dia bintangi, tetap menonjolkan sisi independent, maskulin dan feminis nya. By the way, anyway, busway…. Tentang judulnya, agak ngeri2 dikit yaa ngomongin theory feminism, jujur sebagai salah satu mahasiswa sastra, saya banyak ‘dicekokin’ karya-karya sastra feminist, khususnya para pengajar wanita yang secara implisit mengatakan bahwa mereka ‘feminist’, yeaaa… maybe yes. Dari karya2 sastra yang pernah saya baca maupun tonton seperti Pride and Prejudice dan Becoming jane karya nya jane Austine, Tarian Bumi karya oka rusmini, Miss congeniality Sandra bullock, tokohnya Mirranda dalam Devil wears prada, siti Rayati karya nya siapa tuh… lupa… (hmm…), ato tokoh wanita yang diperankan oleh Marsya Timoty dalam film Otomatis romantic, terus juga tokohnya Lin dalam Bride wars. Semua kharakter utama nya adalah wanita yang mandiri, memperjuangkan hak-haknya, memiliki power sehingga mencitrakan sensualitas tersendiri, they cool. See, mungkin dari tulisan saya ini, saya ‘terlihat’ agak pro feminist.. hahaha, tapi terlepas dari siapa yang pro dan siapa yang kontra (yang pasti mereka yang mengaku para kaum masculine), secra tidak langsung, like it or not, saya adalah salah satu korban “feminist” yang akhirnya harus menyukai segala macam feminist character, termasuk buku2 yang berbau feminis juga yang sedang say abaca saat ini ‘see jane’s Lead’ yang ditulis oleh Louis.P frankel P.hd, buku ini menceritakan perlunya wanita maju untuk memimpin.
Para pembaca yang terhormat, dalam tulisan ini saya tidak akan memprofokasi anda untuk sama2 menjadi feminist juga yaa (especially you guys… hahaha…), saya hanya coba menuangkan ide yang tiba-tiba saja saya dapat dengan mendadak (sambel kali ah..) lewat tulisan yang sederhana ini. Pastinya kharakter, pola fikir seseorang dipengaruhi oleh lingkungan (you are what ur friend are), saya seorang anak yang dibesarkan oleh seorang ibu yang mandiri (of course I still have a dad) tapi sosok ibu terlalu berpengaruh besar dalam peran hidupku selama ini, ia sangat mandiri dan tegar (luv u mom), beliau seorang wanita karir yang sukses dan ibu rumah tangga yang baik, lanjuuuutt… juga buku2 dan film dengan secara tidak sadar telah menerapkan ideologinya pada penonton dan pembaca (you are what you read)!! That’s it… sehingga dengan pertimbangan ini mudah2an membuat perspective kita lebih luas tentang kecenderungan kharakter dalam diri seseorang, menjadi feminist bukan dosa besar kok, semua sah-sah saja, however… saya termasuk wanita independent yang tentu tetap memberikan respect pada pria, sehingga semuanya bisa berjalan selaras dan seimbang tanpa harus ada intervensi terhadap pilihan hidup individu. Jelas saya ingin menekankan cewek jaman sekarang harus mandiri, punya mind map sendiri, sehingga dengan ada dan tidak nya seorang cowok disamping kita kelak, wanita bisa Berjaya dengan segala impian dan harapanya.
Bravo feminist!!!

Jumat, 30 Oktober 2009

Happy 1st Anniversary babe... 311008



We have been in relationship for 1 year and 1 week more...
We have met accidentaly, i never guested and never thought before that in our first met we would have other meetings...

this is my first time i choose a guy without people intervention..
and indeed he's the one i've been searching for...

so far, he can takes all his responsibility, save me, and can direct my path to God..
i wish, and i really wish the almighty God would gladly thight me and him in one holly marriage... amien.

Minggu, 11 Oktober 2009

This Picture has tottaly represented me...


A picture sometimes can be so meaningful, and this one has already represented me... :)
i never fine such being convenient than this one...

Kamis, 08 Oktober 2009

Reading critically is demanded for Literature student!


To be honest, I’m not a critical reading. If I could tell u that I have just entered new subject in this semester, and it would be about literary research. Well, it is probably not a good starting point, but I must say that to be deal with research in literary, we should become a critical reader, how could we analysis the text with certain theory if we are not knowing what we are actually read?

Since I become a literature student, I already knew famous author (Jane Austen, Robert Cormier, Shakespeare, Earnest Hemmingway, Alice Seabold,,, and whosoever..) Honestly, during my duty as become literature student, I just knew that actually there is something that we should consider first to be bear with literature. There are criteria which could be approximately measure what we should say as literary text, or in another word, measurement to be called a text which has value as literature.

All right then, you must be not understand what was I talking about..

Simply, to become a critical reader we must define our purpose first, reading all kinds of books, particularly literature one. There is called efferent reading which means we read in purposing to get information from what we have read, secondly is aesthetic reading which means to get involved in aesthetic experience on a text. (Mustafa, Bacharudin). As a matter of fact, it is still unrealistically I read still in the level of efferent reading or McCormick says a conventional one, reading just in purposing understand a plot, character, point of view and theme. Whereas, critical reading means we (reader) do not fully accept what we have read, to be saying again… I (literature student who are not really a fond of lit) is demanded to be think hardest than usual. Sometimes I flash back to time when I have to choose between linguistic or literature and I choose something which I didn’t familiar with, which is literature. How dare me yaa…?? Hahaha…

Although, in fact I have curiosity in knowing literature, and now I’m not upset with it, it was my choice consequences, whatever that hard, just go ahead, I’m sure I can do it…!

The first step to become critical reader is understanding what text actually said to you, then find what information which implied on the text, further, reader should questioning hidden meaning which contained on the text, for instance the author purposes of writing, ideology, through familiar with those are we demanded a knowledge about discourse and intertexuality which literary say that text can’t be stand alone, it should be influenced from other texts. Then questioning and correlating what texts are implied. And last, critical reader usually has her own framework to analyze one text.

Well, that is it. Probably, it won’t become a matter if you are already a critical one, whereas me, my self have to deal stronger with it. Okay, just keep exercise your critical thinking, and be a good critical reader!! J